Analisis Sewa Guna Usaha

Table of Contents

Analisis Sewa Guna Usaha

Analisis Sewa Guna Usaha
Analisis Sewa Guna Usaha
Dampak Operating Lease
Walaupun standar akuntansi memperbolehkan metode alternatif untuk mencerminkan perbedaan ekonomi yang mendasari transaksi sewa guna usaha, pilihan ini sangat sering disalahgunakan oleh lessee yang menstrukturkan kontrak sewa guna usaha sehingga mereka dapat menggunakan metode operating lease. Praktik ini mengurangi manfaat laporan keuangan. Insentif bagi lessee untuk menstrukturkan sewa guna usaha sebaai operating lease terkait dengan dampak operating lease terhadap neraca dan laporan laba rugi. Dampak pada laporan keuangan ini adalah sebagai berikut.
  • Operating lease menyajikan kewajiban lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan pendanaan sewa guna usaha dalam neraca. Selain menyembunyikan kewajiban dari neraca, hal tersebut juga menaikkan rasio solvabilitas (seperti debt to equity) yang sering digunakan dalam analisis kredit.
  • Operating lease menyajikan aktiva lebih rendah dari seharusnya. Hal ini dapat meningkatkan rasio tingkat pengembalian investasi, terutama return on total assets.
  • Operating lease menunda pengakuan beban dibandingkan dengan capital lease.
  • Operating lease menyajikan kewajiban lancar lebih rendah dari seharusnya dengan tidak menyajikan porsi pembayaran pokok yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dalam neraca. Hal tersebut menigkatkan rasio lancar dan pengukuran likuiditas lainnya.
  • Operating lease memasukkan bunga dalam beban sewa.

 

Konversi Operating Lease Menjadi Capital Lease
Langkah-langkah mengkonversi operating lease menjadi captal lease sebagai berikut.
a) Menilai apakah klasifikasi operating lease masuk akal
b) Menentukan estimasi nilai sekarang kewajiban operating lease
c) Menentukan nilai aktiva dan kewajiban sewa guna usaha
d) Mengestimasi dampak reklasifikasi sewa guna usaha pada laba yang diharapkan.