Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik jadi Pilihan

Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik jadi Pilihan

Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik jadi Pilihan
Daur Ulang Baterai Bekas Kendaraan Listrik jadi Pilihan

– Kendaraan listrik berbasis baterai diprediksi merupakan solusi berkendara sekarang

dan di masa depan untuk menjaga kualitas udara bersih. Ini karena mobil atau pun motor listrik tidak mengeluarkan emisi gas buang.

Meskipun kendaraan bertenaga listrik diakui tidak mengeluarkan karbon dioksida, namun di balik itu ada masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Berdasarkan laporan Toyota Motor Co yang diterima CNNIndonesia.com saat berkunjung ke Tokyo Motor Show (TMS) 2019 di Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu, bahwa total penjualan mobil bertenaga listrik di dunia pada 2018 sentuh 1,28 juta. Jika ditotal populasi mobil listrik di dunia lebih dari 5 juta unit.

Sepanjang periode 2018, China sanggup menjual 707.800 unit,

disusul Amerika Serikat 228.600 unit, dan Norwegia 46 ribu unit.

Penjualan mobil listrik di dunia.Penjualan mobil listrik di dunia. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Namun pasar mobil listrik di masing-masing negara tercatat paling besar dari Norwegia, yaitu 31,2 persen dari total penjualan domestik, dan mobil listrik di China cuma menyumbang 3,3 persen.

Dari angka penjualan bisa diperkirakan jumlah baterai bekas terbengkalai

dalam beberapa tahun mendatang. Yang menjadi masalah adalah baterai bekasnya. Masalah limbahnya sangat berbahaya dan merusak lingkungan karena itu pembuangan baterai kendaraan listrik tidak boleh sembarangan.

Menanggapi kondisi ini, perlu ada kesepakatan untuk mengolah baterai bekas berbahan lithium di sebuah lokasi yang jauh dari permukiman warga.

Sebuah penelitian yang dirilis Nature pada Rabu (6/11) gagasan mendaur ulang baterai bekas ini sangat penting. Hal tersebut adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh penyedia baterai.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/