Implications for Practitioners

Implications for Practitioners

Implications for Practitioners
Implications for Practitioners
Social entrepreneurship telah beralih dari yang pada awalnya hanya fokus kepada kebijakan publik menjadi topik yang lebih diperhatikan dalam dunia bisnis. Usaha pebisnis dalam mengejar peluang bisnis dengan misi yang mempertimbangkan manfaat bagi kepentingan sosial adalah salah satu alasan penelitian social entrepreneurship berkembang dengan baik.Entrepreneurship dapat dilihat sebagai kunci dimana organisasi dapat memberdayakan kemampuan mereka untuk menanamkan nilai melalui inovasi dan bisnis yang cerdas. Banyak entrepreneur-entrepreneur yang sukses dengan “doing more with less”, dimana efisiensi dan kreativitas dalam mengolah sumber daya adalah kunci kesuksesan mereka. Sehingga penelitian social entrepreneurship di kemudian hari akan diperlakukan sebagai upaya unik dalam menciptakan sumber daya dalam keadaan serba yang terbatas.
Implication for theory
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan sosial dapat dikonseptualisasikan sebagai konsep multidimensi dengan dimensi perilaku inovatif, proaktif dan manajemen resiko. Gagasan tersebut menunjukkan sebagai gagasan multidimensi ketika terdiri dari dimensi dan atribut yang saling terkait dan dalam domain multidimensi.
Implication for management and policy
Penelitian ini bisa menjadi dasar praktek dalam kegiatan organisasi NFPs. Misalnya seperti visi pemimpin yang jadi lebih menakankan pada perilaku proaktif dan responsif terhadap strategi manajemen dalam lingkungan yang kompetitif dalam persaingan pencarian dana dengan organisasi yang beroreintasi pada keuntungan. Mereka juga harus terus-menerus memonitor inisiatif kebijakan-kabijakan yang dibuat pemerintah guna meningkatkan transparansi dan daya saing pada pasar pelayanan. Hal tersebut tentu saja membutuhkan inovasi, proaktis dan manajemen resiko dalam upaya kegiatan mereka. Selain itu NFPs juga harus menyeimbangkan prioritas misi sosial dengan keberlanjutan organisasi.