Tahun Ini NISN Diganti NIK

Tahun Ini NISN Diganti NIK

Tahun Ini NISN Diganti NIK
Tahun Ini NISN Diganti NIK

Pada tahun ajaran 2019-2020, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) akan diganti

dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal itu dilakukan untuk mempermudah pemerintah dalam mengawasi implementasi program pendidikan wajib belajar 12 tahun, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi dan sistem pendidikan lainnya.

PROSES pengintegrasian NISN tersebut melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Dalam Negeri. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, awal tahun ini Kemendikbud dan Kemendagri mulai melakukan sinkronisasi data dari data pokok pendidikan dengan data kependudukan dan pencatatan sipil. ”Nanti itu seluruh siswa tidak lagi memakai NISN, cukup NIK karena kami akan mengintegrasikannya,” ucap Muhadjir.

Dengan terintegrasi dalam NIK, sambung dia, tingkat keberlanjutan pendidikan anak usia

sekolah bisa terpantau lebih efektif. Dengan demikian, kebijakan strategis yang diambil pemerintah dalam upaya menekan jumlah anak putus sekolah bisa berjalan tepat sasaran. ”Kemendikbud dan Kemendagri sudah menantangani nota kesepahaman terkait pengintegrasian NISN dan NIK ini,” ujarnya.

Muhadjir menyatakan, integrasi data NISN dan NIK menjadi krusial karena PPDB berbasis zonasi akan sangat tergantung pada keakuratan data tersebut. Ia berharap, pihak sekolah mulai aktif mendata anak usia sekolah di setiap zona masingmasing untuk membantu proses pengintegrasian tersebut.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif,

menjelaskan, pemerintah daerah dan Kemendagri bisa ikut memantau status pendidikan anak jika NISN terintegrasi dengan NIK. Proses pengintegrasian akan diurus pihak sekolah dan dinas pendudukan sipil setiap daerah.

“Dengan NIK kami bisa telusuri namanya di database kependudukan. Jadi akan ketahuan dia sekolah di mana, kelas berapa, kalau nanti dia putus sekolah kami akan tahu dan bisa segera ambil langkah-langkah strategis untuk membantu mereka,” kata Zudan.

Ia menyatakan, bagi siswa yang belum memiliki NISN otomatis dibuatkan NIK. Selain membantu Kemendikbud dalam mendata siswa putus sekolah, pengintegrasian data tersebut juga bermanfaat untuk pembaruan data kependudukan. Pasalnya, warga yang bermukim di daerah pedalaman masih banyak yang belum memiliki NIK.

 

Baca Juga :