Menangkan Kompetisi Nasional, Mahasiswa ISI Padangpanjang Dapatkan 25 Juta Rupiah sebagai Modal Usaha

Menangkan Kompetisi Nasional, Mahasiswa ISI Padangpanjang Dapatkan 25 Juta Rupiah sebagai Modal Usaha

Menangkan Kompetisi Nasional, Mahasiswa ISI Padangpanjang Dapatkan 25 Juta Rupiah sebagai Modal Usaha
Menangkan Kompetisi Nasional, Mahasiswa ISI Padangpanjang Dapatkan 25 Juta Rupiah sebagai Modal Usaha

Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang berhasil memenangkan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2017 yang diadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hal ini disampaikan oleh Rektor ISI Prof Dr. Novesar Jamarun, MS yang didampingi oleh Pembantu Rektor III

Bidang Kemahasiswaa Firdaus, S.St., M.Pd di ruang kerjanya, Rabu, (2/7/17)

Hasil ini berdasarkan pengumuman oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti nomor 290/B/SK/2017 Tentang Perguruan Pelaksana Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia Tahun 2017.

Dalam kompetisi ini, proposal wirausaha yang dimenangkan oleh mahasiswa ISI Padangpanjang berjudul usaha Al-Muker (Alat Musik Keramik). Total anggaran yang diberikan oleh Kementerian sejumlah 25 juta rupiah sebagai bantuan operasional dan pengembangan usaha.

Al-Muker merupakan tim yang tergabung oleh mahasiswa Prodi Seni Kriya dengan minat keramik.

Bentuk dari wirausaha ini yaitu melakukan kegiatan produksi dan pemasaran alat-alat musik tradisi berbahan dasar tanah liat (Keramik). Dalam kegiatan produktifitasnya, ┬ákelompok pengusul ini berbasis pada keahlian dalam membuat benda – benda kriya berbahan dasar tanah liat yang kemudian dibakar lalu menjadi keramik.

Tim ini beranggotakan sebanyak 4 orang yang terdiri dari Dedi Sentosa (ketua), Sella Refialisa (anggota), Rifka Mahmuda (anggota), dan Yolanda Reliansya (anggota). Sebagai pembimbing dalam pelaksanaan kegiatan mahasiswa Yulimarni, S.Sn., M.Sn (dosen ISI Padangpanjang).

Kelompok ini akan memproduksi alat-alat musik seperti Saluang (Sumatera Barat, Indonesia),

Ocarina (Meksiko dan daratan Asia), Udu, Borrindo (Turki) dan Didgeridoo (suku Aborigin, Australia). Kelima alat musik tersebut akan dipadukan dengan unsur tradisi Indonesia, dengan cara menerapkan ornamen-ornamen hias Melayu Indonesia, seperti ornamen Minangkabau, Kalimantan, Sunda, Aceh, Riau dan lain-lain.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar akan alat-alat musik tradisi dari keramik, dapat pula melestarikan budaya tradisi Melayu Indonesia terkhusus pada ornamen dan ragam hiasnya. Selain itu hal tersebut juga menjadi kekuatan dan daya saing bagi produk yang dihasilkan oleh kelompok pengusul.

Rektor ISI Padangpanjang Prof. Dr. Novesar Jamarun, MS yang didampingi oleh Pembantu Rektor III Firdaus, S.St., M.Pd merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa ISI Padangpanjang pada kompetisi yang dilaksanakan secara nasional tersebut.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Prjd/history-of-sports-football