Meningkatkan Rasa Syukur

Table of Contents

Meningkatkan Rasa Syukur

Meningkatkan Rasa Syukur
Meningkatkan Rasa Syukur

“O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with
thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah
hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!”
~ William Shakespeare (1564-1616)
Penyair, Penulis Drama, dan Seniman

Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan
harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan
keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk
lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang
menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.

Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan
kecil. “Saya buta, tolong bantuan!” bunyi tulisan itu. Sedihnya,
banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat
sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis
tersebut.

Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti
tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua
orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat
kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak
orang tersentuh. “Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa
lihat,” itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur.

Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata
yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-
kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat
kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur
kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah
berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan,
dan lain sebagainya.

Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan
kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan,
hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang
dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat
itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga
dan merasa jauh lebih beruntung.

Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan
kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya
untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang.
Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang
seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan
perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun
kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan
ancaman.

Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai
kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat
kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat
ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat
dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan
baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya.

Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat
yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada
berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau
sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.

Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap
detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME
yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu
akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu
untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan
berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas
kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan
dan lain sebagainya.

Baca Juga :