Direktur Hulu: SDM Pertamina Kaliber Internasional

Direktur Hulu: SDM Pertamina Kaliber Internasional

Direktur Hulu SDM Pertamina Kaliber Internasional
Direktur Hulu SDM Pertamina Kaliber Internasional

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H Samsu menyatakan, sumber daya manusia (SDM) Pertamina memiliki kaliber internasional. SDM Pertamina memiliki banyak pengalaman mengerjakan proyek-proyek dengan tantangan yang sangat besar.
“Saya melihat kita memiliki SDM yang sangat baik, tidak kalah dengan yang lain,” ujar Dharmawan seusai memberikan kuliah umum di Universitas Pertamina, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Dharmawan memberikan kuliah umum bertajuk “Peran Strategis Industri Hulu dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional”. Selain Dharmawan, pembicara lainnya Presiden American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Denise Cox. Pada kesempatan itu hadir juga Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka dan civitas akademika Universitas Pertamina lainnya.

Dalam kuliah umum itu, Dharmawan menceritakan proyek-proyek

yang dikembangkan Pertamina kepada para mahasiswa. Termasuk pengelolaan ladang minyak di luar negeri seperti di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Contohnya di Aljazair, menurut Dharmawan, SDM Pertamina mampu memimpin ratusan tenaga kerja asal Aljazair.

“SDM kita luar biasa. Saya bangga menjadi bagiannya. Kita juga memiliki kesempatan untuk bisa berhasil. Karena SDM kita sebenarnya sangat mampu dan mempunyai kaliber internasional. Jadi saya tidak memiliki keraguan,” papar dia.

Motivasi itu juga yang ia bagikan kepada mahasiswa di Universitas Pertamina. Termasuk soal peran Pertamina dalam mengisi tugas dan tanggung jawab untuk keberlangsungan ketersediaan energi di Indonesia.

“Ini saya berikan ke mahasiswa supaya mereka dapat pemahaman dari awal mengenai

peluang di depan dan bagaimana mereka bisa menggunakan kesempatan sebagai mahasiswa untuk memahami isu-isu nasional yang sangat banyak untuk dikembangkan, termasuk mencari solusi-solusi yang lebih baik,” tutur Dharmawan.

Ia berharap dengan memberi paparan di kuliah umum itu, para mahasiswa bisa lebih paham dan fokus dalam memanfaatkan waktu mereka secara optimal.

Selain itu, dengan hadirnya para dosen, diharapkan para pengajar dan mahasiswa memiliki persepsi yang sama, terkait apa yang harus dikembangkan dan bagaimana memanfaatkan talenta yang dimiliki agar bisa masuk di industri (migas) ini.

“Saya berharap para mahasiswa tetap optimistis dan menggunakan kesempatan bertanya

sebanyak-banyaknya, serta bisa memberi pandangan dan ide mereka. Kolaborasi antara industri dan universitas kita jaga terus,” ujar dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka mengatakan, kuliah umum itu rutin digelar untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.

“Jadi tidak hanya mmemperoleh pengetahuan dari bangku kelas, tetapi juga memahami kondisi industri saat ini,” ujar dia.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/