Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Masyarakat

Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Masyarakat

Dalam masyarakat dibutuhkan kaidah/aturan yang dijadikan pedoman bertingkah laku. Kaidah/aturan itu dibikin untuk menciptakan ketertiban & kedamaian didalam kehidupan masyarakat. Oleh dikarenakan itu tiap grup masyarakat punya perbedaan corak budaya & pembawaan masyarakatnya, maka peraturan atau norma berlaku didalam masing-masing masyarakat tertentu bertolak belakang/berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.

A. Pengertian Norma
Norma adalah seperangkat peraturan/kaidah-kaidah yang jadi pedoman/petunjuk hidup manusia didalam bertingkah laku di masyarakat. Sebagai peraturan/ kaidah norma berbentuk mengikat masing-masing masyarakat.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, norma memilik 2 arti;
Norma artinya aturan/ketentuan yang mengikat warga grup didalam masyarakat, yang dipakai sebagai panduan, tatanan, & pengendali tingkah laku yang cocok & diterima.
Norma artinya aturan, ukuran/kaidah yang digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai/membandingkan sesuatu.
Pada hakikatnya sebuah norma di bikin untuk menciptakan ketertiban didalam masyarakat. Setiap norma punya 2 macam isi, yaitu sebagai berikut;
Berisi perintah, yaitu keharusan bagi seseorang untuk jalankan sesuatu/tidak jalankan suatu hal dikarenakan diakui akibat-akibatnya bakal berdampak baik. Misal; seorang anak diwajibkan menghargai orang tuanya.
Berisi larangan, yaitu berbentuk pencegahan untuk melakukan/tidak jalankan suatu hal dikarenakan dipandang akibat-akibatnya bakal berdampak buruk. Misal; larangan merokok di tempat-tempat yang terkandung larangan merokok.
Norma pada hakikatnya adalah kaidah hidup yang merubah tingkah laku manusia didalam hidup bermasyarakat. Norma selalu dijalankan oleh individu maupun kelompok.
Berikut ini sebagian ciri norma didalam kehidupan masyarakat;

a. Hasil kesepakatan bersama
Norma merupakan hasil kesepakatan anggota masyarakat. Sebagai hasil kesepakatan, norma mengikat seluruh anggota masyarakat tanpa kecuali. Pelaksanaan norma mempunyai tujuan untuk mewujudkan keteraturan sosial.

b. Tertulis & tidak tertulis
Norma yang sudah disepakati oleh anggota masyarakat dapat berbentuk norma tertera & tidak tertulis. Norma yang tertera biasanya dibikin oleh pemerintahan, sedangkan norma yang tidak tertera biasanya merupakan norma yang berkembang didalam masyarakat, layaknya kebiasaan, tata kelakuan, cara & kebiasaan istiadat.

c. Adanya sanksi
Salah satu ciri tertentu norma adalah ada sanksi yang berbentuk mengikat. Daya kuncir sanksi norma selalu berbeda-beda. Biasanya norma tertera membawa sanksi yang lebih kuat dibandingkan norma tidak tertulis.

d. Bersifat dinamis
Norma membawa pembawaan dinamis/menyesuaikan kebutuhan & perkembangan masyarakat. Oleh dikarenakan itu, norma selalu beralih sesuaikan pergantian yang terkandung didalam masyarakat. Perubahan norma dapat perlihatkan pergantian pola tabiat anggota masyarakat.

B. Macam-macam Norma
Norma yang berlaku didalam masyarakat benar-benar tidak sedikit & bervariasi. Tetapi, biasanya norma terdiri berasal dari peraturan yang diciptakan oleh negara & peraturan yang tumbuh & berkembang didalam masyarakat. Norma yang diciptakan negara berbentuk ketentuan tertulis, pas norma yang berkembang didalam masyarakat berbentuk tidak tertulis.
Berdasarkan sumbernya ada 4 macam norma yang berlaku di masyarakat, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, & norma hukum. Norma-norma itu berlangsung seirama & saling berkaitan;

a. Norma agama
Norma agama merupakan kaidah/aturan hidup manusia yang bersumber pada kitab suci yang berasal berasal dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa. Norma agama punya kandungan mengisi perintah & larangan didalam kehidupan. Peraturan selanjutnya terkandung didalam kitab suci yang menuntun manusia ke jalan yang benar.
Penganut agama mempercayai bahwa apa yang ditata didalam norma agama berasal berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, yang disampaikan kepada nabi & rasul-Nya untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia di dunia. Adanya norma agama didalam kehidupan manusia, maka bakal selalu berjuang jalankan perintah Tuhan & meninggalkan larangan-Nya. Pelaksanaan norma agama didalam masyarakat Indonesia bergantung pada agama yang dianutnya. Norma agama didalam pelaksanaannya tidak cuma sesuaikan hubungan manusia dengan Tuhan, namun menata hubungan sesama manusia serta sesuaikan hubungan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia dituntut untuk menciptakan kebajikan/kebaikan & kebahagiaan dengan sesama manusia.
Pelanggaran pada norma agama bakal meraih sanksi berbentuk dosa serta keyakinan bakal ada pembalasan pada tabiat baik/pun tidak baik di hari sesudah itu (hari akhirat). Adapun yang mematuhi bakal mendapat pahala. Misal; didalam pengamalan/pelaksanaan norma agama antara lain;
Melaksanakan ibadah menurut doktrin/ajaran agamanya masing-masing
Bersedekah secara ikhlas
Beramal & berbuat/melakukan kebajikan
Menjauhi perbuatan/tindakan maksiat, misal; tidak mencuri, tidak membunuh, tidak menipu, tidak minum-minuman keras, & tidak berjudi.
b. Norma kesusilaan
Norma kesusilaan adalah kaidah/aturan yang mengatur/menata tingkah laku manusia yang bersumber berasal dari hati nurani manusia. peraturan/ketentuan hidup selanjutnya tentang dengan bisikan kalbu & nada hati nurani manusia. Setiap manusia dikarunia hati nurani supaya dapat memisahkan/membedakan perbuatan yang baik & buruk. Dalam norma kesusilaan, ada pula aturan-aturan hidup yang terkandung didalam norma agama.
Norma kesusilaan disebut terhitung norma moral. Norma ini merupakan norma paling tua & asli, dikarenakan keberadaannya seiring dengan lahirnya manusia. Hal itu dikarenakan norma kesusilaan berasal berasal dari hati nurani, bagi pelanggar norma kesusilaan bakal timbul perasaan bersalah & penyesalan. Seseorang yang melanggar norma kesusilaan bakal merasakan menyesal dikarenakan perbuatan salahnya itu. Misalnya didalam pelaksanaan norma kesusilaan;
Membantu orang lain yang membutuhkan,
Menghormati sesama manusia,
Tidak sombong,
Jujur didalam perkataan & perbuatan,
Tidak iri & dengki,
Tidak mengganggu orang lain.
c. Norma kesopanan
Norma kesopanan adalah kaidah/aturan yang sesuaikan tingkah laku manusia yang bersumber berasal dari tata perbuatan /tata krama formalitas didalam masyarakat. Norma kesopanan terlihat & berkembang didalam pergaulan masyarakat tertentu. Oleh dikarenakan itu, norma ini berbentuk lokal & relatif. Dalam arti, cuma berlaku di masyarakat tertentu, yang diakui sopan bagi masyarakat, bagi masyarakat lain kemungkinan tidaklah demikian.
Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, formalitas yang berlaku didalam masyarakat ataupun kepatuhan. Norma ini terhitung sering disebut sopan santun/tata krama/adat istiadat.
Sanki pada pelanggaran norma kesopanan dapat berbentuk pengucilan, dicemoohkan oleh masyarakat, ataupun tidak disenangi. Sanksi berasal berasal dari luar diri seseorang, tidak sama dengan norma kesusilaan yang berasal berasal dari diri sendiri. Lemah kuatnya sanksi berasal dari masyarakat terpengaruh oleh kuat tidaknya norma kesopanan itu didalam masyarakat. Misal; pelaksanaan norma kesopanan antara lain;
Memberikan tempat duduk kepada wanita/wanita hamil/orang yang lebih tua, didalam kereta maupun bus,
Orang muda menghargai orang yang lebih tua,
Tidak berbusana seronok,
Tidak meludah di sembarang tempat,
Tidak melangkahi orang yang sedang duduk,
Mengetuk pintu pas bertamu,
menerima dengan tangan kanan.
d. Norma hukum
Norma hukum adalah peraturan tertera yang bersumber berasal dari peraturan perundang-undangan yang dibikin pemerintah/lembaga negara yang berwenang. Isi berasal dari norma hukum memaksa, didalam arti hukum wajib dipatuhi oleh siapa pun. Oleh dikarenakan itu, didalam kehidupan sehari-hari aparat penegak hukum, seperti; polisi, jaksa & hakim dapat memaksa seseorang untuk menaati hukum & memberikan hukuman bagi pelanggar hukum.
Norma hukum biasannya bersumber/dituangkan didalam bentuk peraturan yang tertulis,/disebut terhitung perundang-undangan.

Ciri berasal dari norma hukum, yakni;
Aturan dibikin oleh badan/lembaga berwenang
Aturan berkenaan tabiat manusia didalam pergaulan masyarakat
Aturan berbentuk memaksa
Aturan berisi perintah & larangan
Sanksi pada pelanggarnya berbentuk tegas
Perintah wajib ditaati & larangan wajib dijauhi tiap-tiap orang.
Pelanggaran norma hukum bakal mendapat sanksi yang berbentuk tegas, nyata & memaksa cocok peraturan yang berlaku. Misal, pelaksanaan norma hukum antara lain;
Tata membayar pajak
Tidak melanggar rambu lalu-lintas
Menghormati pengadilan & peradilan di Indonesia
Menghindari KKN/Korupsi Kolusi & Nepotisme.
Secara umum, terkandung perbedaan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan & hukum, yaitu sebagai berikut;
1. Noma agama;
Sumber norma agama; kitab suci yang diwahyukan Tuhan Yang Maha Esa
Sanksi bagi pelanggar norma agama; dosa & ancaman siksa neraka
Sifat norma agama; umum/universal yaitu berlaku untuk seluruh umat manusia
2. Norma kesusilaan;
Sumber norma kesusilaan; hati nurani manusia
Sanksi bagi pelanggar norma kesusilaan; merasa menyesal, bersalah, ataupun malu
Sifat norma kesusilaan; umum/universal, dapat di terima oleh seluruh umat manusia
3. Norma kesopanan;
Sumber norma kesopanan; tata kelakuan/tata krama kebiasaan
Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan; cemooh/dikucilkan berasal dari pergaulan
Sifat norma kesopanan; relatif/lokal, yaitu cuma berlaku bagi masyarakat tertentu
4. Norma hukum;
Sumber norma hukum; peraturan perundang-undangan
Sanksi bagi pelanggar norma hukum; ancaman hukuman tertentu yang tegas, nyata, & memaksa, kalau dipenjara/denda
Sifat norma hukum; tegas, memaksa & mengikat
Norma didalam masyarakat terhitung dapat dibedakan berdasarkan energi mengikatnya. Ada norma yang mengikat lemah & ada yang kuat. Berikut, tipe norma berdasarkan energi mengikat;
Cara (Usage), adalah tipe perbuatan yang berbentuk perorangan. Daya mengikatnya paling lemah, namun lebih menonjol di didalam hubungan antar individu. Penyimpangan pada cara (usage) tidak bakal mengakibatkan hukuman yang berat, bakal namun cuma sebatas celaan berasal dari individu lain. Misal; perbuatan yang terhitung cara (usage) ialah cara berpakaian, cara berdandan, cara menelepon, cara makan, dll. Tentu saja cara orang jalankan perbuatan itu tidak sama satu sama lain. Misalnya lagi; seseorang yang makan sambil bicara bakal mendapat celaan berasal dari orang sekitarnya.
Kebiasaan (folkways), adalah perbuatan yang diulang-ulang didalam bentuk yang sama dikarenakan orang banyak menganggapnya baik supaya terus dipertahankan. Daya mengikatnya lebih kuat dibandingkan cara (usage). Apabila orang tidak melakukannya, maka bakal diakui sebagai suatu pembiasan/penyimpangan pada formalitas lazim didalam masyarakat. Misal; kalau ada saudara/tetangga punya hajat, maka secara otomatis seluruh warga bakal mampir & memberikan pertolongan/bantuan cocok formalitas di daerah/wilayah bersangkutan. Sebagai contohnya ialah memberikan/menerima suatu hal dengan tangan kanan. Kebiasaan ini diakui baik & sopan. Sanksi yang diberikan kalau melanggar formalitas biasannya berbentuk sindiran/ejekan. Apabila dibandingkan dengan pelanggaran pada cara (usage), sanksi pada formalitas biasanya lebih berat.
Tata perbuatan (Mores), adalah tabiat yang diputuskan/ditetapkan masyarakat sebagai tabiat yang baik & di terima sebagai norma pengatur & pengawas. Tata perbuatan selanjutnya berbentuk paksaan & larangan supaya secara segera jadi alat supaya anggota masyarakat sesuaikan perbuataannya dengan tata perbuatan itu. Pelanggaran pada tata perbuatan terhitung berat, layaknya dikucilkan secara berasal dari pergaulan. Salah satu umpama pelanggarannya yaitu kenakan pakaian benar-benar minim dikala menghadiri acara tertentu & lain sebagainya.
Adat istiadat (Custom), adalah tata perbuatan yang turun-temurun supaya kuat intergrasinya dengan pola tabiat masyarakat. Adat istiadat membawa energi mengikat yang kuat, supaya kalau ada yang melanggar bakal terima sanksi yang berat. Misalnya didalam masyarakat dikenal istilah “tabu” atau pantangan. Sesuatu yang ditabukan artinya jangan dilanggar. Apabila dilanggar, maka pelanggar bakal dikenai sanksi berat. Misal; di suatu kebiasaan ada proses perkawinan exogam/mencari jodoh wajib diluar marga & kalau ketentuan itu dilanggar, bakal ada sanksi adat.
Demikianlah ulasan singkat yang pada peluang kali ini dapat disampaikan, semoga bermanfaat, serta menunjang kamu didalam belajar. Teruslah studi dan tingkatkan prestasi yang kamu punya supaya kamu bakal lebih gampang untuk merintis kehidupan. lumayan sekian & hingga jumpa. Selamat belajar!!!

Baca Juga :

BOS SMP BELUM CAIR, SEKOLAH KELIMPUNGAN

TINJAU UN SLB WYATA GUNA, KANG EMIL: STANDAR PENDIDIKAN INKLUSI DI JABAR BAIK