Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu

strategia merupakan sebuah perencanaan yang panjang untuk berhasil dalam mencapai suatu keuntungan.[29] Strategi pembelajaran menurut seels and Richey adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu pelajaran.[30]

Mintzberg mendefinisikan strategi sebagai 5P, yaitu

strategi sebagai perpectif, di mana strategi dalam membentuk misi menggambarkan semua aktivitas.
sebagai posisi, dicari pilihan untuk bersaing
sebagai perencanaan, menentukan tujuan performansi
sebagai pola kegiatan, dalam strategi dibentuk suatu pola
penipuan yaitu muslihat rahasia.
Menurut Dick dan Corey, strategi pembelajaran menjelaskan komponen-komponen umum dari seperangkat bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar tertentu pada pemelajar. Terdapat lima komponen umum yang terkandung dalam strategi pembelajaran yaitu: (1) kegiatan prainstruksional; (2) penyajian informasi; (3) peran serta pemelajar; (4) tes evaluasi; (5) kegiatan tindak lanjut.[31]

Lefrancois bahwa pembelajaran (instruction) merupakan persiapan kejadian-kejadian eksternal dalam suatu situasi belajar dalam rangka memudahkan pemelajar belajar, menyimpan atau mentransfer pengetahuan dan keterampilan.[32]

 

Menurut Miarso, pembelajaran adalah

suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relative menetap pada diri orang lain.[33] Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan belajar dengan sengaja agar seseorang membentuk dirinya secara positif dalam kondis tertentu. Sedangkan pengajaran adalah usaha membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar kepada peserta didik yang biasanya berlangsung dalam siatuasi formal/resmi.[34]

Smith dan Ragan bahwa pembelajaran adalah desain dan pengembangan penyajian informasi dan aktivitas-aktivitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu.[35]

Efikasi Diri
Efikasi diri adalah keyakinan seseorang tentang kemampuannya untuk melaksanakan suatu tingkah laku dengan berhasil.[36]

Efikasi diri mengacu pada keyakinan tentang kemampuan seseorang untuk mengorganisir dan menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan yang spesifik dan sesuai dengan kemampuan.[37]

Menurut Bandura efikasi diri merupakan komponen dari teori kognitif social, di mana teori kognitif social menunjukan berbagai fakta struktur causal yang mengaitkan perkembangan dari komptensi dan regulasi dari perilaku.[38]

Efikasi diri adalah keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk memobilisasi, memotivasi, sumber daya kognitif dan sumber tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan tuntutan tugas. Para peneliti telah menemukan bahwa keyakinan pada kemampuan merupakan penentu tingkat kinerja seseorang.

Menurut Paul Egan & Don Kauchak, a belief about one’s own capability to organize and complete a course of action required to accomplish a specific type of task.[39] Self efficacy adalah suatu keyakinan tentang kemampuan seseorang untuk mengatur dan menyelesaikan tindakan yang diperlukan untuk mencapai jenis tugas tertentu.

Hal itu dikatakan pula oleh Ivancevich dkk

, individuals high in self efficacy ten to be confident and self assured and fill are likely to be successful in whatever endeavors they undertake.[40] Individu yang memiliki self efficacy tinggi menjadi percaya diri dalam upaya melakukan apapun dan cenderung berhasil.

Sedangkan konsep Bandura mengenai self efficacy dikenal dengan “specific self-efficacy artinya mempresentasikan kognisi khusus situasi, berbeda dengan konsep general self efficacy. Secara konseptual general, self efficacy bersifat stabil setiap waktu dan bersifat karakter. Self efficacy merupakan variable yang sangat bergantung pada tugas khusus yang diproses secara kognitif oleh individu sebelum usaha dilakukan. Bandura dalam Luthans menyatakan bahwa “an self efficacy belief is not a decontextualized trait.[41]

Menurut Back bahwa dalam self efficacy terdapat 6 prinsip yaitu: (1) dapat meningkatkan prestasi pribadi, (2) dapat meningkatkan atau menurunkan jika melihat orang lain sama dengan keberhasilan atau kegagalan dari kita pada suatu tugas tertentu, (3) memiliki hubungan dengan tekanan emosional, dan (4) kita dapat dibujuk bahwa kita mampu mengatasi suatu situasi yang sulit, tetapi hal ini akan merusak jika gagal di dalam situasi tersebut.[42]

Lebih lanjut Stajkovic dan Luthans menyatakan bahwa sel efficacy mengacu pada keyakinan individu mengenai kemampuannya untuk memobilisasi metivasi, sumber daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu.

Sumber : https://uberant.com/article/556677-what-is-geography-concept-/