PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN

Hakikat Belajar

Menurut Brown belajar adalah: (1) merupakan proses pemerolehan dan penyampaian informasi, (2) merupakan proses penyimpanan informasi ke dalam ingatan, (3) memerlukan kesadaran, (4) bersifat permanen, (5) mencakup hal-hal yang praktis, dan (6) menghasilkan perubahan tingkah laku.[1]

Teori belajar dapat diartika sebagai seperangkat prinsip-prinsip yang menjelaskan bagaimana individu belajar dan bagaimana seorang individu memperoleh kemampuan atau pengetahuan baru.[2] Dengan demikian, dalam perspektif pemrosesan informasi, pembelajaran digambarkan sebagai proses penyimpanan pengetahuan dalam memori.

Secara garis besar, Newby membagi 3 teori besar yang dianggap member kecenderungan dalam pembentukan konsep belajar sehingga berdampak pada perbedaan nyata dalam praktek pembelajaran. Ketiga teori tersebut adalah teori tingkah laku, teori pemrosesan informasi dan teori kontruktivisme.[3]

Berdasarkan teori pemrosesan informasi, siswa secara bertahap mengembangkan kapasitas untuk memproses informasi sehingga secara bertahap pula siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.[4]

Menurut Heinich, dkk. Belajar adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan atau sikap sebagai interaksi seseorang dengan informasi dan lingkungan.[5]

Untuk menilai keberhasilan pembelajaran, Reigeluth membagi dalam tiga kelompok yaitu efektivitas, efisiensi dan daya tarik. Efektivitas pembelajaran dapat ditentukan melalui: (1) variasi capaian prestasi siswa dalam penguasaan pengetahuan dasar, (2) kemampuan untuk memecahkan masalah, (3) kemampuan membuat hubungan dan berpikir logis, (4) kemampuan mengingat fakta tertentu, (5) kemampuan mengklasifikasikan contoh-contoh dari suatu konsep tertentu, dan (6) kemampuan untuk mengikuti sebuah prosedur tertentu. Efisiensi diukur melalui efektivitas pembagian waktu siswa atau biaya yang dikeluarkan untuk sebuah proses pembelajaran. Contoh perhitungan waktu dalam konteks efisiensi ialah mempertimbangkan waktu yang digunakan oleh seorang guru untuk membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran, membuat media, dibandingkan dengan hasil belajar yang diperoleh dari proses pembelajaran. Adapun daya tarik ditentukan dengan melihat kecenderungan siswa untuk melanjutkan pembelajaran.[6]

 

Gagne menyatakan bahwa belajar adalah

perubahan manusia selama satu masa yang menampakan diri sebagai perubahan tingkah laku, perubahan tersebut boleh jadi berupa peningkatan kapabilitas atau beberapa jenis unjuk kerja, sikap, minat dan nilai.[7]

Woolfolk menyatakan bahwa belajar dapat terjadi pada seseorang karena adanya pengalaman yang menyebabkan perubahan yang relative permanen pada pengetahuan dan perilakunya.. pengetahuan dan perilaku diperoleh dari hasil pengalaman melalui interaksi aktif antara individu dengan lingkungannya.[8]

Gagne mengistilahkan perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar mengajar dengan kapabilitas. Kapabilitas diartikan adanya perubahan kemampuan seseorang sebagai akibat belajar yang berlangsung selama satu masa waktu tertentu.[9]

Menurut Slavin bahwa belajar mengacu pada perubahan perilaku atau potens individu sebagai hasil dari pengalaman da perubahan tersebut tidak disebabkan oleh pertumbuhan, kematangan atau kelelahan dan kebiasaan.[10]

Yusufhadi Miarso menjelaskan tentang pembelajaran dengan membedakan antara pembelajaran (Instruction) dan pengajaran (teaching). Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan belajar dengan sengaja agar seseorang dapat membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi positif tertentu. Sedangkan pengajaran adalah usaha membimbing dan mengarahkan pengalaman belajar peserta didik yang biasaya berlangsung dalam situasi formal atau resmi.[11] Gagne, Briggs dan wager, pembelajaran sebagai serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memudahkan terjadinya proses belajar pada siswa.[12] Menurut Knirk dan Gustafon, pada dasarnya pembelajaran terutama terkait dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan belajar dan membelajarkan.[13]

Hasil Belajar Siswa

Menurut Gagne hasil belajar dapat dikelompokan dalam 5 kategori yaitu: (1) kemampuan intelektual (2) strategi kognitif, (3) informasi verbal (4) keterampilan motorik dan (5) sikap.[14]

Di dalam taksonomi bloom, hasil belajar dibagi dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.[15]

Ranah kognitif terdiri dari: (1) pengetahuan factual, (2) pengetahuan konsep, (3) pengetahuan procedural, dan (4) pengetahuan metakognitif. Masing-masing pengetahuan tersebut terbagi dalam 6 sub bagian yaitu: (1) ingatan, (2) pemahaman, (3) aplikasi, (4) analisis, (5) evaluasi dan (6) kreativitas.[16]

Menurut Bloom yng dikutip oleh Anderson dan Krathwohl menyataka bahwa hasil belajar yang berkaitan dengan ranah kognitif mencakup 6 aspek yaitu mengingat, mengerti, menggunakan, menganalisis, menilai dan mencipta.[17]

Dalam hubungannya dengan ini, Kingsley membagi 3 macam hasil belajar yaitu keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita-cita.[18]

Untuk mengetahui apakah tujuan telah dapat dicapai atau tidak, diperlukan suatu penilaian. Dalam suatu kegiatan penilaian pengajaran ini berperan sebagai pengukur untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya adalah suatu proses sistematis untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran yang ditetapkan telah dicapai oleh siswa.[19]

Suatu hal yang perlu dicatat adalah bahwa tujuan guru mengajar bukan hanya sekadar agar siswa belajar, tetapi juga agar siswa terbiasa belajar.[20]

Feldman menjelaskan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relative permanen sebagai hasil dari pengalamannya.[21]

Dalam kaitan itu, Morris menekakan bahwa belajar diperoleh dari latihan.[22]

Gredler, menyatakan bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi setelah berintekasi dengan lingkungan.[23]

Menurut Gagne belajar merupakan perubahan kemampuan atau disposisi melalui usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam waktu tertentu. Dalam belajar dituntut kemampuan seseorang untuk menunjukan suatu upaya dalam melakukan perubahan tingkah laku berdasarkan praktek, latihan,latihan dan pengalaman yang dibatasi oleh waktu dan kondisi tertentu.[24]

Gagne, Briggs, dan wager menyatakan bahwa kondisi yang mempengaruhi terjadinya peristiwa belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri seseorang yang meliputi aspek fisiologis (bersifat jasmani) dan aspek psikologis (bersifat rohaniah).[25]

Selanjutnya Klausmeier dan Goodwin menyatakan bahwa untuk mengidentifikasi faktor dan kondisi yang mempengaruhi belajar seseorang dapat diketahui dari pelajar, proses belajar maupun kegiatan belajar.[26]

Hasil belajar adalah perolehan kemampuan yang dimiliki warga belajar setelah menerima pelatihan dan pengalaman.[27]

Selanjutnya Romizowsky menyatakan bahwa hasl belajar diperoleh dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan.pengetahuan berkenaan dengan informasi yang tersimpan dalam otak manusia setelah mengalami proses belajar sedangkan keterampilan berkenaan dengan tindakan seseorang dalam mencapai suatu tujuan akibat proses belajar.[28]

Sumber : https://uberant.com/article/556677-what-is-geography-concept-/