Pendaftar 16 SMPN Kota Ini Sepi, Dispendik Tunggu Waktu Daftar Ulang

Pendaftar 16 SMPN Kota Ini Sepi, Dispendik Tunggu Waktu Daftar Ulang

Pendaftar 16 SMPN Kota Ini Sepi, Dispendik Tunggu Waktu Daftar Ulang
Pendaftar 16 SMPN Kota Ini Sepi, Dispendik Tunggu Waktu Daftar Ulang

Pendaftar online SMP-SMP negeri belum merata. Setelah proses PPDB online

berakhir Kamis (15/6), sejumlah sekolah masih kurang peminat. Pendaftar belum mencapai pagu.

Kekurangan peminat itu, antara lain, melanda tiga SMP negeri di Kecamatan Sidayu. Hanya SMPN 1 Sidayu yang peminatnya melebihi pagu. Untuk tiga SMPN lain, peminatnya sedikit. Yaitu, SMPN 2, 3, dan 4 Sidayu. Hal yang sama melanda beberapa SMPN di wilayah lain (lihat grafis).
Pendaftar 16 SMPN Kota Ini Sepi, Dispendik Tunggu Waktu Daftar Ulang
Sekolah yang Kekurangan Peminat

Kondisi sebaliknya terjadi di beberapa SMPN yang selama ini dianggap favorit.

Pendaftarnya membeludak. SMPN 1 Gresik, misalnya. Dengan pagu 320 anak, pendaftar mencapai 607 orang. Itu belum termasuk 256 pendaftar yang memilih SMPN 1 di pilihan kedua dan ketiga. Begitu pula SMPN 1 Driyorejo. Dari 352 pagu, pendaftar mencapai 734 calon siswa.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Sujono menilai, belum meratanya pendaftar SMPN merupakan indikasi belum efektifnya sistem zona dalam PPDB. Buktinya, calon siswa tetap memilih sekolah yang dianggap lebih berkualitas. ”Siswa cenderung menumpuk di sekolah tertentu,” katanya.

Kondisi itu, lanjut dia, juga menunjukkan belum meratanya penyebaran sekolah negeri di masing-masing kecamatan.

Kecamatan Driyorejo, contohnya. Di situ hanya ada satu SMP negeri. Padahal, jumlah lulusan SD/MI di wilayah tersebut tergolong besar. ”Pendaftar menumpuk di situ karena tidak ada pilihan,” paparnya.

Bandingkan dengan Kecamatan Sidayu. Di Sidayu, berdiri empat SMP negeri. Padahal, jumlah lulusan SD/MI lebih sedikit daripada daerah lain. Apalagi, kecenderungan warga Sidayu lebih memilih pondok pesantren daripada sekolah umum.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Gresik Nur Maslicah menjelaskan, panitia PPDB belum bisa memastikan sekolah mana yang kekurangan pendaftar. Menurut dia, kekurangan pendaftar di suatu lembaga baru bisa dilihat setelah daftar ulang pada 12–14 Juli. ’’Terlalu dini mengatakan ada kekurangan pendaftar,” katanya.

Jika setelah daftar ulang, sekolah belum memenuhi jumlah pagu, dispendik mempertimbangkan pilihan lain. Misalnya, kemungkinan memberikan kesempatan ke sekolah tertentu untuk membuka pendaftaran tahap kedua. ”Tetapi, kebijakan itu belum diputuskan,” ujar Bu Ica, sapaan Nur Maslichah.

 

Sumber :

How Some Informational Websites Helping People Garner Information at One Place?