Kompetensi (Civic Competencies)

Kompetensi (Civic Competencies)

Kompetensi (Civic Competencies)
Kompetensi (Civic Competencies)

Kompetensi (Civic Competencies)

  1. Mahasiswa mampu menjadi warga negara yang memiliki komitmen (committed) terhadap nilai-nilai HAM dan demokrasi.
  2. Mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan dengan cara damai.
  3. Mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik dalam masyarakat yang dilandasi dengan sistem nilai-nilai universal.
  4. Mahasiswa memiliki pengertian internasional sehingga mampu menjadi warga negara yang kosmopolit.
  5. Mahasiswa mampu berpikir kritis terhadap persoalan-persoalan HAM dan demokrasi.
  6. Mahasiswa mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik (public policy)

Secara umum Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk :

  • Membentuk kecakapan partisipatif yang bermutu dan bertanggung jawab.
  • Menjadikan warga yang baik dan demokratis.
  • Menghasilkan mahasiswa yang berpikir komprehensif, analitis dan kritis.
  • Mengembangkan kultur demokrasi.
  • Membentuk mahasiswa yang good and responsible citizen.

Eksistensi Manusia

Dalam pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan, manusia sebagai subjek sekaligus objek pembelajaran yang mempunyai potensi dan karakteristik yang berbeda-beda. Pengalaman belajar (learning experience) yang diterima mahasiswa menjadi lebih bermakna dan menjadikan pengetahuan yang diperolehnya (learning to know) tersimpan dalam memori yang sejati dan menjadi pendorong untuk selalu belajar tentang masalah demokrasi, hak asasi manusia dan masyarakat madani (civil society).

Di samping itu, pengalaman pembelajaran yang berorientasi humanistik

Membuat mahasiswa menemukan jati dirinya (learning to be) sebagai manusia yang sadar akan tanggung jawab individu dan sosial. Pengetahuan dan kesadaran diri yang tercipta dari hasil pembelajaran tersebut mendorong mahasiswa untuk melakukan sesuatu (learning to do) yang didasari oleh pengetahuan yang dimilikinya. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa dimaksudkan dalam rangka pembelajaran untuk membangun kehidupan bersama (learning to live together). Kehidupan bersama tersebut dibangun atas dasar kesadaran akan realitas keragaman dan saling memerlukan.