faktor dan Cara-cara Memotivasi

Faktor dan Cara-cara Memotivasi

Faktor dan Cara-cara Memotivasi
Faktor dan Cara-cara Memotivasi
Ada banyak faktor yang mampu memotivasi para pekerja
Seperti situasi industrial kayawan yang bersangkutan dalam hal bisa lingkungan rumah tangganya, lingkungan masyarakat, kebutuhan, aspirasi, keinginan (Winardi. 2004). Faktor lainnya yang digunakan untuk memotivasi kerja adalah uang, karena uang dapat digunakan atau ditukar dengan barang-barang atau jasa yang bernilai ekonomis, yang dapat memuaskan kebutuhan fisiologikal dan kebutuhan dasar. Kebutuhan fisilogikal dan uang dalam pandangan orang banyak, maka uang merupakan simbol hasil yang dicapai, sukses, prestasi, atau kekuasaan sebagai sarana memenuhi kebutuhan sosial yang lebih tinggi.

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa keterbatasan uang

Sebagai sebagai alat memotivasi orang dalam melaksanakan pekerjaan dan menyatakan pentingnya kelompok kerja sebagai kekuatan yang memotivasi (Winardi. 2004). Kemudian ada juga pendapat yang menyatkan bahwa motivasi antara orang yang satu dengan orang yang lainnya sangatlah berbeda, ada banyak paktor yang mempengaruhinya, diantarnya adalah faktor kewibawaan, ambisi, pendidikan dan umur (Tery.dan Leslie W.Rue. 2001). Pendapat yang lainnya adalah bahwa motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor individual dan organisasi. Faktor individual tersebut mencakup kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, sikap, dan kemampuan-kemampuan. Kemudian faktor yang berasal dari organisasi tersebut mencakup gaji, keamanan pekerjaan sesama kerja pekerja, pengawasan, pujian, dan pekerjaan itu sendiri.

Berdasarkan pada uraian fator-faktor motivasi tersebut

Maka sebagai seorang kepala sekolah dalam rangka memotivasi bawahnya atau semua sumberdaya manusia yang ada dalam organisasi sekolahnya seharusnya mempertimbangkan faktor yang bersifat individual maupun faktor organisasi sekolahnya. Seorang kepala sekolah agar dapat berhasil memotivasi bawahnyanya haruslah memperhatikan, mengenal, memahami, menghargai dan mencoba untuk memenuhi dengan segala peluang dan keterbatasanya berbagai kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, sikap, dan kemampuan-kemampuan sumber-daya manusia yang ada di sekolahnya sehingga semua sumberdaya manusia tersebut terdorong, terangsang, dan memepunyai harapan-harapan dalam melaksanakan tugasnya dan bertugas dengan baik dan maksimal.
Di sisi lain seorang kepala sekolah harus mampu mengelola semua material dan fasilitas yang ada di sekolah apakah menyangkut persoalan keuangan seperti gaji dan kesejahteraan yang lainnya, keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan, kekompakan dan kerja sama sesama pekerja, melakukan pengawasan, memberikan pujian dan penghargaan kepada bawahan, dan menumbuhkan kondisi agar para bawahannya menjadi mencintai pekerjaan itu sendiri.

Teori-teori Motivasi

Dalam sumber kepustakaan disebutkan ada beberapa teori tentang motivasi, dintaranya adalah: (1) teori motivasi berdasarkan harapan, (2) teori motivasi berdasarkan kebutuhan, (3) teori motivasi berdasarkan keadilan, dan (4) teori motivasi berdasarkan kepuasan.