Kemendikbud Berkomitmen untuk Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kemendikbud Berkomitmen untuk Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Bank Dunia menggelar diskusi membahas peningkatan kualitas Pendidikan pada Indonesia. Diskusi yg berjudul “Discussion on Policy Reform Priorities and International Experience” diadakan di Gedung A, Kemendikbud Jakarta dalam Selasa (4/9/2018). Beberapa hal yg sebagai sorotan pada diskusi ini merupakan terkait perekrutan guru, pemanfaatan dana Bantuan Opreasional Sekolah (BOS), & asesmen pendidikan.

Kemendikbud Berkomitmen untuk Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Kemendikbud Berkomitmen untuk Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kepala Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno membicarakan komitmennya buat meningkatkan kualitas pendidikan pada Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan yang terkait menggunakan guru termasuk rekrutmennya telah terdapat. Para pengajar pun sangat antusias buat melakukan perubahan-perubahan pada pada peningkatan kompetensi pengajar ini. Selanjutnya mengenai asesmen, Balitbang telah melakukan beberapa perubahan di pada bidang ini.

“Kualitas harus sebagai perhatian primer di pada pengembangan pendidikan menurut seluruh aspek. Oleh karenanya, menurut 3 hal tadi, bagaimana BOS (donasi operasional sekolah) yang merupakan donasi kecil, in total sangat akbar juga. (namun) Dengan kebutuhan Bantuan Operasional Sekolah belum mencukupi, & bagaimana dorongan tersebut mampu menaikkan kualitas,” kentara Totok.

Dalam kesempatan yg sama, Direktur Jenderal Pengajar & Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano, mengatakan terdapat beberapa faktor yang mampu mempertinggi mutu pendidikan.

“Mutu bisa rupawan ada beberapa faktor yg pertama kebijakan yang jelas, yg pasti nir berubah-ubah. Kedua, school base manajemen itu jalan di sekolah. Ekosistem terhadap satuan pendidikan jalan. Sarana prasarana yang ketiga. Yang keempat, proses pembelajaran yang baik, & proses ini ditentukan oleh guru,” ungkapnya.

Sebelumnya, menurut pihak Bank Dunia, Noah Yarrow menyampaikan hasil studinya tentang kualitas pendidikan dan guru di beberapa negara, misalnya Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Dalam studinya, dia mengusut keterkaitan antara kualitas & tunjangan guru menggunakan prestasi peserta didik.

Ia mengungkapkan mengenai bagaimana sebaiknya tahapan dalam melakukan perekrutan pengajar baru. “Ada tahap penyeleksian. Diperlukan komitmen pada merekrut pengajar baru. Jadi ini terdapat peluang, pula bahaya, buat mengakomodasi gelombang akbar berdasarkan perekrutan pengajar,” kata Noah.

“Hanya orang-orang terbaik & hanya lulusan terbaik yang mampu sebagai pengajar pada Singapura. Sekarang (pada Indonesia) lebih fleksibel persyaratannya, yaitu minimum S1, Tes BKN, ujian spesifik menurut Kemendikbud,” lanjutnya.

Dalam diskusi ini, dihadiri oleh perwakilan berdasarkan aneka macam instansi terkait, di antaranya Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan para pegiat pendidikan. Mereka berdiskusi dalam beberapa kelompok & membicarakan output paparannya. (Miranti Sarasinta/Aji Shahwin) Sumber : sekolahbahasainggris.com/