Mengajari Anak Belajar Kejujuran Sejak Dini

Anak di masa perkembangan awalnya tak dapat membedakan white lies dengan kebohongan sebenarnya seperti mengatakan hal buruk sebagai suatu ancaman. Akrab dengan kata “jika tak mau makan nanti bunda tinggal pergi”. Jadi, sekeras apapun usaha Anda untuk menjadikan sih anak berkata jujur, contoh yang telah Anda berikan adalah guru yang terbaik.

Mengajari Anak Belajar Kejujuran Sejak Dini
Mengajari Anak Belajar Kejujuran Sejak Dini

Nah, akan tetapi walaupun dibesarkan pada lingkungan yang jujur, anak pun juga dapat belajar berbohong sendiri. Sebab sebenarnya bohong merupakan salah satu pencapaian dari tumbuh kembang sih anak. Dalam kebohongan tersebut umumnya menandakan bahwasannya dia sudah mampu berkhayal dan juga memahami bahwasannya setiap orang dapat memberi reaksi yang berbeda-beda, hal ini bergantung pada informasi yang dirinya berikan. Jadi, terkadang anak usia dini pun tak dapat membedakan khayalan dengan kebohongan. Contohnya saja dengan mengatakan yang seperti ini “adik tidak makan permen kok bund, itu anjingnya yang makan permen”.

Lantas, apa sih yang dapat Anda lakukan untuk bisa mendidik sih kecil agar bisa belajar kejujuran? Simak ulasan ini dulu yuk.

Cara mengajari anak belajar kejujuran sejak dini

Cara pertama adalah dengan memberikan kesempatan lain. Bila memang anak Anda tertangkap sedang berbohong, maka beri kesempatan padanya untuk mengaku dan juga mengatakan sejujurnya. Anak Anda juga harus mengerti bahwasannya setiap orang bisa saja berbuat salah, akan tetapi kesalahan tersebut masih bisa diperbaiki. Cara lainnya adalah dengan memberi pujuan kejujurannya. Pada saat anak Anda berkata jujur, maka jangan hanya diam saja. Beri pujian supaya dia mengerti, Anda telah menghargai kejujurannya. Katakan saja yang seperti ini “bunda tahu sulit sekali ya untuk mengatakan yang sebenarnya, bunda sangat bangga sekali padamu dik sudah bisa terbuka dan berterus terang”.

Dr. Markham mengatakan bahwasannya apabila anak berbohong pada saat menjatuhkan lampu, contohnya saja. Dan mengatakan bahwasannya lampu tersebut jatuh sendiri, maka tawarkan saja jawaban versi Anda yang seperti ini “oh adik bilang mungkin lampu tersebut jatuh sendiri, akan tetapi bunda tak pernah lihat lampu yang jatuh sendiri lho, lampu kan tidak memiliki kaki seperti kita. Namun terkadang orang bisa tidak dengan sengaja menyenggol lampu pada saat bermain, kan?”.

Kemudian berempati dengan perasaan sih kecil juga akan membantu merasa nyaman. Contohnya saja dengan bertanya yang seperti ini “adik takut ya pada saat lampunya jatuh, aduk takut bunda memarahi adik?” dan ungkapkan juga bahwasannya mengatakan hal yang sejujurnya dan juga berterus terang malah akan menjadikan Anda lebih senang, apapun itu yang terjadi. Tegaskan juga bahwasanya kejujuran adalah salah satu hal yang jauh lebih penting daripada lampu yang jatuh tersebut. Yang demikian ini nantinya akan mengurangi kebohongan pada anak.
Demikian informasi tentang mengajari anak belajar kejujuran sejak dini. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/